Dearest my beloved blog.
Kali ini gue pengen beraspirasi. Gue pengen
beraspirasi tentang… ehm.. sebuah fans fanatic. Tapi disini, gue beraspirasi
sebagai orang netral. Gue enggak membela siapa-siapa. Sebenernya apasih arti
fans itu sendiri? Fans dalam Kamur Besar
Bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai berikut. peng·ge·mar n orang yg menggemari (kesenian,
permainan, dsb).
“Gila gue suka band ini, lagunya
enak, performnya keren.”
Setelah statement itu
keluar kemudian ada keinginan untuk mengetahui band itu lebih dalam, mencari
tahu kapan mereka manggung dan tanpa sadar mempromosikan kalau band itu keren.
Itu sudah termasuk dalam gejala-gejala seseorang telah menjadi fans sebuah band. Fans tidak
akan muncul tanpa adanya karya berkualitas dari band. Begitu pula band tidak
akan bertahan lama bila tidak mempunyai fans yang
berkualitas. Keberadaan fans pun
akan berpengaruh pada penjualan fisik. (badutromantis.com)
Disini gue lebih menonjolkan tentang sebuah fans yang ngefans dengan
karya Negara lain. Dia ngaku bangsa Indonesia. Dia ngaku cinta Indonesia. Tapi
dia ngefans idola mereka di luar negeri. Tidak masalah. Dia ngaku bangsa
Indonesia, dia ngaku cinta Indonesia, dia fans luar negeri, dan dia
menjelek-jelekkan negerinya sendiri. Ini baru sebuah masalah. Kenapa? Kenapa
gue harus bilang begitu. Faktanya sebagian besar pecinta bb/gb luar negeri
selalu menjelek-jelekkan bb/gbnya sendiri. Mereka belom tentu sepenuhnya
plagiat kok. Lagu-lagu mereka juga asik untuk di dengarkan. Mereka juga punya
potensi, cuma mereka muncul setelah grup dari luar booming. Apa mereka layak
disalahkan? Enggak. Justru yang menjelek-jelekkan mereka yang patut
dipertanyakan. Ngakunya cinta Indonesia, ngakunya seneng sama produk Indonesia,
tapi apa? Menjelek-jelekkan industri musik di Indonesia, apa itu yang dibilang
cinta Indonesia? Memang ada kalanya mereka salah karena telah memplagiat lagu
idola kalian, tapi itu adalah cara mereka agar bisa menarik perhatian semua
orang. Cara mereka salah dalam hal itu. Mereka seharusnya membuat lagu mereka
sendiri meskipun jelek tapi tetap orisinil karya sendiri. Itu akan lebih
dihargai daripada memplagiat milik orang lain.
Tapi, disini gue heran. Coba aja ada artis Indonesia yang lagunya
dijiplak orang dari Negara lain? Apakah akan seantusias itu orang Indonesia?
Apakah akan seantusias jika lagu idola yang mereka cintai diplagiat orang lain?
Seharusnya kita bercermin pada kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia.
Harusnya kita sadar betapa besarnya arti cinta tanah air. Jika warga Indonesia
bersikap seperti itu, (melebih-lebihkan Negara lain tapi merendahkan Negara
sendiri) itu akan terlalu mudah bagi para penjajah yang ingin menguasai
Indonesia lagi. Lebih mudah dari 67 tahun yang lalu, apakah kalian sebagai
bangsa Indonesia akan menginginkan jika hal seperti itu terulang kembali? Oke,
mungkin disini emang sedikit lebay, tapi semua itu bisa saja terjadi kan?
Nothing impossible, right?
Siapa yang menjelek jelekan negeri
sendiri? Toh kita, fans yang idolanya berasal dari luar negeri cuma gasuka aja
sama mereka. Ga semua di negeri sendiri kita jelek jelekin kan. Kita cuma
gasuka bb/gb indo yang menurut kita plagiat. Apakah kalo bb/gb luar ga booming
mereka bakal muncul? Pasti engga deh. Banyak juga kok yang masih suka lagu lagu band
kayak Geisha, dll. Terus yang solo solo kayak Raisa. Kalo bb/gb nya engga deh.
Menjelekan bb/gb indo bukan berarti menjelekan negeri sendiri. Itu salah.
Tapi itu salah satunya. Apa semua kayak gitu? Mereka kan cuma
memanfaatkan pasar aja. Contohnya aja misal *** **** itu mereka nggak
sepenuhnya jiplak kan? Apapun yang berasal dari Indonesia dan di bash di depan
umum, itu namanya menjelekkan bangsa sendiri.
Kalo emang mereka plagiat ya mau
gimana lagi? Kita hanya menjelekan ke plagiatan mereka. Toh ga semua yang di
industri musik kita bash. Kita cuma menjelekan mereka. Kan kayak yang gue
bilang tadi, kalo bb/gb korea ga booming juga mereka pasti gaakan ada deh. Yang
booming di indo itu kan band kayak d'masiv, ungu, geisha dll.
Kalo aja artis Indonesia digituin apa reaksinya juga akan seperti itu?
Oh ngebash ke-plagiatannya doang? Ke plagiatan karyanya aja? Tapi kok gue rasa
ngebashnya sampe diri pribadi mereka sendiri juga di jelekin. Kayak misal abis
liat konser tbtb ada yang ngefans gitu, terus kenapa mereka juga di bash? Emang
ngefans sama orang salah? Enggak kan, asal nggak berlebihan aja. Terus, pas ada
konser idola kalian misalnya aja, terus kenapa kalian enggak mau jika bintang
tamunya berasal dari Indonesia sendiri? Apa kalian malu sama negeri sendiri?
Kenapa juga kalian ingin ngebash jika bintang tamunya berasal dari negeri
sendiri?
Siapa yang bilang ngefans sama orang
salah? Kita cuma ga pengen mereka yang liat abis konser terus suka gitu cuma
suka karna mereka udah terkenal aja. Apa kalo mereka tau kekurangan si artis
atau kepopuleran si artis udah minim apa mereka masih nge fans? Kalo emang fans
sejati selalu dukung idol nya kan gimana pun kondisi si idol. Kita sebagai *******
cuma ga terima aja mereka niru niru gaya idola kita. Kalo masalah ngebash sampe
diri pribadi mereka sih, engga sampe segitunya. Kenal juga engga sama mereka
ngapain jadi ngebash diri mereka sendiri? Cuma gasuka aja mereka plagiat. Kalo
diri mereka sendiri sih bodo amat. Kurang kerjaan kalo begitu. Memang banyak
juga yang ngebash sampe ke diri sendiri masing masing member bb/gb indo, tapi beberapa
ga kayak gitu ya. Mending memperdalam idolanya daripada kayak begitu, kurang kerjaan.
Tapi yang diliat banyak orang kan mayoritas? Bukan minoritas. Kalo
mayoritasnya yang bikin fans itu jadi jelek ya orang bakal mandang sebelah
mata, tapi kalo orang ngefans dan mayoritasnya baik juga orang bakal mandang
baik terhadap fans itu. Boleh lah ya enggak suka. Enggak suka itu wajar. Tapi
kalo ngebash itu jangan. Gitu-gitu juga dari negeri sendiri. Apa mau gitu kalo
misal mereka *idola kalian* juga di bash? Enggak kan J. Oh iya, ada satu lagi, bagi yang suka sama
bb/gbnya sendiri gue harap juga nggak ngebash yang dari luar. Nggak baik. Semua
orang pasti punya kelebihan dan kekurangan kan? Harusnya kalian berterima kasih
sama yang dari luar, karena kalo nggak ada yang dari luar booming, kalian juga
nggak akan punya idola seperti mereka.
So, kesimpulannya menurut gue, boleh suka sama siapa aja. Boleh engak
suka sama siapa aja. Tapi, menurut gue lebih baik jika memang seneng sama
mereka yaudah silahkan aja seneng, asal nggak usah ngejelek-jelekin yang
lainnya. Boleh ngekritik, ngekritik akan jauuuuuuuuh lebih baik dibandingkan
merendahkan. Fans terlalu fanatic itu juga nggak baik loh. So, menurut kalian
mana yang lebih baik? J