Surabaya
– Untuk pemilu Jawa Timur yang akan dilakukan pada tanggal 29 Agustus
mendatang, tim KPU akan segera melakukan klarifikasi di Jakarta. Secepatnya.
Karena batas yang diberikan adalah 3 hari lagi. KPU berkali-kali menggelar
rapat pleno mengenai tahapan pilgub. Selajutnya diambil keputusan bahwa KPU
akan berangkat ke Jakarta Selasa 25 Juni 2013.
Nadjib Ahmad, Komisioner KPU Jatim
mengatakan bahwa meskipun proses rapat masih terus berlangsung, akan tetapi KPU
sudah memastikan kepastian untuk ke Jakarta Selasa mendatang. Timnya mengatakan
bahwa mengapa mereka berangkat hari selasa, bahwa karena mereka harus
meng-arrange jadwal dulu dengan pusat, harus jelas di sana bertemu siapa.
Jangan sampai ketika setelah berangkat ternyata tidak ada yang ditemui disana
karena bertabrakan jadwal.
Ada 3 tempat yang akan dituju.
Pertama Kemenkum HAM, kedua adalah pengurus DPP yang terdaftar dalam Kemenkum
HAM, dan yang ketiga adalah KPU RI. Di KPU RI tim Jawa Timur akan melihat
pengurus yang mendaftarkan parpol yang bersangkutan, kepengurusannya, yang
selanjutnya akan dicocokkan dengan data yang sudah dimiliki.
Verifikasi ini akan dilakukan
dengan cermat dan teliti, karena di lain sisi ada seorang calon Gubernur yang
kejelasannya masih dipertimbangan. Kofifah Indar Parawansa. Jika memang Kofifah
gagal maju maka diprediksikan kekuatan akan berkumpul untuk pasangan Bambang
D.H. – Said Abdullah. Karena pasalnya, masa yang bersimpati kepada Kofifah akan
berpikir bahwa yang menjegal Kofifah untuk maju adalah pasangan Incumbent.
Namun, lagi-lagi survey masih
membuktikan bahwa pasangan Soekarwo- Saifullah Yusuf masih leading dalam kasus
ini. Meskipun mereka belum tahu, siapa parpol yang akan mengusungnya, namun
masyarakat justru cenderung memilih Karsa karena personal mereka.























