Minggu, 19 Agustus 2012

Kado Terindah


“Fy, lo kenapa?”
“Gue….. enggak papa kok,” tutur Naurafyka sambil terisak.
“Si Trian jadian ya fy?” Aku bertanya sambil berhati-hati, takut menyinggung perasaannya.
“Haha…” hanya tawa garing yang keluar dari mulutnya.
“Fy serius lo nggak papa?”
“Iya.“
*
Gue kangen……. Gue kangen elo main basket, dan selalu memakai angka 18 di nomer elo,angka keberuntungan yang selalu lo pakai dari jaman masih balita. Gue kangen, gue kangen saat lo lewat di depan gue dan ketika dipanggil pasti sok cool. Padahal biasanya elo juga suka panggil-panggil gue nggak jelas, tapi pasti setiap gue manggil elo, elo bertampang sok cool. Gue kangen, kangen jalan-jalan hangout sama anak-anak terutama elo. Gue kangen saat lo ngecengin si gesti di depan gue. Gue kangen elo main piano nggak jelas karena marah, kadang juga main piano mellow saat sedih. Gue kangen datang ke rumah lo, ngobrol bareng kakak elo. Gue kangen semuanya. Kenapa lo tega sama gue? Kenapa lo tega banget ngehianatin gue? Apa lo nggak peka?Gue sayang sama lo. Tapi elo malah jadian sama si fanisss. Gue salah apa sih yan? Mungkin gue emang nggak se cantik fanis, tapi setidaknya hargain gue. Gue yang selalu ada di sisi lain elo. Ini kado terindah yang lo kasih ke gue?
***
Hari ini tanggal 15, dan itu artinya 3 hari lagi aku akan berusia genap 15 tahun. Hari ini entah kenapa aku sangat malas keluar rumah, bahkan jam 13.00 WIB, aku masih terbaring di tempat tidur. Kring kring... bunyi dering hpku yang bergetar kedap-kedip disebelahku. “Halo….” Aku mengangkatnya, meskipun sekali lagi dengan malas.
“Fy, keluar yuk?” Tanya seseorang di ujung sana.
“Ngapain? Ama siapa?”
“Ama gue, Trian, ama Feri juga”
“Jam?”
“Sekarang”
“Buset! Gue belom mandi.”
“Pantesan bau, sono gih gue sama anak-anak udah cus nih ke rumah lo.”
“30 menit lagi” tutututut… aku langsung memutuskan sambungan telepon dari Fanis.
30 menit berlalu, aku sudah rapih, aku mengenakan dress biru tosca selutut sambil mengenakan cardigan hitam. Dari kamarku terdengan suara mesin mobil berderu dan semakin mendekat. Aku segera keluar dari kamar menuju gerbang. Benar dugaanku, teman-temanku terlihat baru saja sampai dan mematikan mesin mobilnya.
“Masuk Fy, langsung cus aja yuk,” ujar Trian dari jok pengemudi. Aku pun tak membantah, langsung menuju ke pintu belakang, duduk bersanding dengan fanis di ferarri merah ini.
“Kita mau kemana?” tanyaku memecah keheningan.
“Kita pertamanya mau ke studio dulu ambil gitar gue yang ketinggalan abis itu kita ke mall apa kemana kek yang penting jalan, nah nih udah hampir sampai kan,” ujar Trian dan seketika berhenti berbicara ternyata memang sudah sampai di studio yang memang jaraknya juga sangat dekat dengan rumahku.
“Yaudah yuk masuk,” ajak Feri.
“Fy, nyanyi dong, mumpung di studio kan, gue pengen denger elo nyanyi, duet kek gitu bareng Trian, kan sama-sama pianist tuh,” ajak Fanis, sedikit memohon.
“Ah gue males nih, lagi serak,” ujarku menolak.
“Fy, plis deh sekali doing. Yaudah deh yaudah,” ujarku sedikit tertawa, terpaksa.
“Nyanyi apa Fy?” Tanya Trian kepadaku.
“Terserah aja deh Yan,” ucapku sambil mencari-cari keyboard untuk berduet.
“A Thousand years dong pliiiiiiiiiis gue pengen banget dengerin itu lagu,” ujar fanis dan feri bersamaan.
“Kompak bener lo berdua,” ujar Trian dengan nada…. Agak sedikit aneh, seperti cemburu?
Alunan piano beriringan dengan keyboard mengalun lembut, dentingan-dentingan nadanya selaras dengan harmonisasi suara Naurafyka. Kata demi kata, bait-demi bait, hingga akhirnya lagu tresebut berakhir, ekspresi dari sang dua bocah yang sedang menyaksikan ini sangat menggelikan. Seperti tidak pernah mendengar alunan nada indah seperti tadi sebelumnya.
“WOY! Udah kelar!” teriak Trian masih dibelakang piano hitam Yamaha ini.
“Eh sori-sori, abisan lo berdua keren banget gila!!!!!” ujar Fanis jujur.
“Yaudah yuk cabut,” ajakku.
***
Tujuan kita selanjutnya adalah taman kota, dan aku mulai mempunyai firasat sedikit buruk disini. Entah apa.
“Ngapain berenti disini?” Tanya Fanis yang sedari tadi selalu ingin tahu.
“Udahlah ikut aja,” ujar Trian dengan senyum yang mencurigakan.
“Kita ke ayunan yuk? Tapi sebelumnya beli kembang gula dulu,” ajakku.
“Yuk yuk,” ujar Feri semangat.
“Fan, ikut gue yuk,” ajak Trian setelah aku dan Feri berkejaran, siapa yang cepat sampai di si penjual gula.
“Kemana?” tanyanya.
“Udah ikut aja.”
***
“Eh Fer, mereka berdua kemana sih?” tanyaku cemas.
“Mana gue tahu, peduli amat lo sama Trian? Ada apa?” Tanya Feri sedikit menuduhku.
“Ish siapa coba, yaudah yuk cari mereka,” ujarku mengalihkan perhatian.
“Yuk yuk, eh eh tuh tuh mereka ada di situ, eh mau ngapain coba si Trian tuh rame-rame gitu?” ujar Feri sambil menunjuk kea rah mereka berdua, aku mengikuti arah tangannya dan seketika…. Hatiku mencelos, menyaksikan yang sama sekali tidak ingin aku saksikan. Dan memang firasatku benar.
***
“Fan, elo tau matahari kan? Matahari itu indah banget ya, mulia banget tugasnya, menyinari semua yang ada di bumi, tanpa matahari kita nggak akan bisa hidup, begitupun dengan elo, elo itu bagai matahari buat gue, elo selalu bersinar buat gue, dan elo…. Elo itu sempurna, semua orang yang ada di sekirat elo pun semua elo sinari, tanpa terkecuali, elo itu bagai matahri, indah disapa dan kalau dilihat nggak ngebosenin, fan….. elo mau nggak jadi matahari buat gue? Matahari yang bakal selalu ada buat gue, matahari yang akan terus ceria di ujung sana, matahari yang menyayangi semua orang..” ujar Trian lantang di tengah lapangan taman kota ini, disaksikan pula oleh banyak orang yang ada disekitarnya.
“Gue…….. gu….gue…. emm…. Gue mau yan.”
***
Aku terduduk lemas, seolah baru saja menyaksikan film laga dibioskop dan pemerannya itu adalah Andrew Garfield dan tewas dihadapanku. Kembang gulaku pun jatuh ke tanah, seakan tangan ini tak kuat membawa apapun meskipun beban itu hanya 0,00001 gram. Feri tampak berseri-seri dan menghambur ke kerumunan orang-orang tersebut. Aku pun bangkit, tak mau menunjukkan rasa kecewaku pada mereka, aku berlari menghambur dan member ucapan selamat, seolah nampak sangat bahagia.
*
Satu bulan berlalu, kini seperti biasa, aku Feri, Fanis, dan Trian hangout bareng, berjalan-jalan memutari kota, sampai akhirnya berhenri pada salah satu titik di sudut kota. Lapangan basket, memang, Fanis, Feri, dan Trian sangat hobi bermain basket, tapi tidak denganku, aku hanya memilih duduk bersandar di bawah pohon di naungi dengan cahaya lampu kuning penerang lapangan basket ini.
“Elo bawa bolanya kan Fan?” Tanya Feri.
“Yoi bro,” ujar Fanis semangat.
“Eh eh liat tuh, galau banget itu anak idupnya… huaahahahah,” tawa Trian sambil menunjukku.
“Paan sih lo pada, udah sono main,” kataku kesal.
Akhirnya, mereka melanjutkan permainan, hampir satu jam aku menunggu disini, menyaksikan setiap detail gerak-gerik mereka, terutama….. Sampai akhirnya aku terlalu fokus dan….. brug. Aku terjatuh.
“ADUH!” teriakku kesal.
“BUAHAHAHAHAH,” tawa Trian, keras sekali.
“Sori Fy, sory, soryyyyyyy banget suer gue ga sengaja,” ujar Feri memelas, memohon-mohon agar aku memaafkannya.
“Ganti rugi! Pala gue sakit tau! Lo main pentok gitu aja!” ujarku emosi
“Sabar fy, sabar,” ujar Fanis disebelahku sambil mengelus-elus kepalaku yang terlempar bola basket tadi.
“Pulang sekarang!!!’ ujarku memerintah.
*
Bulan demi bulan terlewati, hingga sekarang adalah bulan agustus 2013. Hubungan Trian dengan fanis semakin renggang. Kemarin aku sempat bermimpi bahwa fanis sama trian putus gara-gara aku…. Dan semakin hari aku semakin merasakan itu. Mungkin memang aku over pd, tapi yang pasti aku bahagia, entah karena apa. Mungkin aku bahagia karena akhirnya kamu kembali normal seperti yang dulu… Tapi itu tak bertahan lama, hanya berselang seminggu sebelum ulang tahunku di tahun 2013 ini, sampai ketika aku pergi jauh, jauh sekali, bahkan tak akan kembali lagi . Dan untuk terakhir kalinya, aku memberikan buku diaryku kepada Trian. Trian awalnya menolak, tapi akhirnya ia menerimanya. Aku mengawasi dari atas sini, Trian selalu membaca diaryku setiap hari, dan Trian selalu menangis. Sekarang, Feri, Trian, dan Fanis kembali menjadi sahabat yang utuh dan selalu menyambangi tempat peristirahatanku seperti hari ini.
“Fy, maafin gue fy, gue nggak tau kalo lo kayak gini maafin gue fy….” Ujar Fanis sambil menangis tersedu-sedu.
“Yaudah yuk kita pulang dulu, udah sore,” ajak Feri. Tapi Trian menolak, Trian memilih tinggal dan akhirnya Feri dan Fanis pun meninggalkannya.
“Fy…. Maafin gue, maafin gue fy.. gue bodoh banget selama ini, gue nggak sadar kalau lo ada di samping gue terus ngedampingin gue fy, fy gue nyesel… fy plis maafin gue… gue nyesel udah pernah ninggalin lo saat lo butuh gue, padahal gue tau lo selalu ada buat gue, maaf, maaf Fy.”
END

Jumat, 17 Agustus 2012

Indonesiaku

DIRGAHAYU INDONESIAKU

Indonesia. Itulah Negara gue. Gue bangga jadi orang Indonesia. Gue bangga punya Negara seperti Indonesaia. Indonesia di tahun 2012 ini, memperingati hari kemerdekaan yang ke-67. Indonesia memang udah merdeka selama itu, tapi kenyataannya belum semua bidang di Indonesia yang udah merdeka. Contohnya aja di bidang ekonomi. Masih banyak pengangguran, tuna wisma, orang miskin bahkann terlantar. Di bidang politik malah lebih parah lagi, yang “merdeka” koruptornya bukan warganya. Mungkin mereka emang menerapkan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”. Tapi bukan itu bro yang dimaksud. Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat itu adalah rakyat yang memilih, rakyat yang menentukan dan rakyat yang merasakan. Bukan seperti menurut kalian para koruptor yang, “dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat” itu diartikan sebagai, mereka membayar, dan mereka menikmati bayaran tersebut. Rakyat itu bukan kalian aja kok. Rakyat Indonesia ada 250.000.000 jiwa. Bayangin aja seberapa banyak, nah kalo uangnya lo nikmatin, mereka hidup dari apa? Kalian orang berpendidikan, kalian orang terpilih bro, harusnya kalian bisa dong berfikir sedikit dan lebih mengutamakan rakyat? Lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi?
Di bidang pendidikan, sekarang emang udah mulai disosialisasikan pendidikan gratis dan tidak memungut biaya apapun, tapi menurut gue itu belum berjalan sepenuhnya, masih banyak diluar sana yang menarik pungli dan uang sekolah. Di bidang olahraga, prestasi Indonesia pun menurun drastis, dari biasanya olimpiade selalu mendapat emas, di ulang tahun Indonesia yang ke 67 ini, Indonesia hanya mendapat 1 perak dan 1 perunggu. Sangat berbanding jauh dengan beberapa tahun lalu. tim Thomas uber Indonesia juga bahkan tidak mampu maju ke semi final bahkan perempat final pun langsung kandas.
Reformasi, kita sebagai generasi muda Indonesia seharusnya mendukung sepenuhnya apapun yang terjadi di Negara kita, memang rasa nasionalis dari sebagian besar pemuda Indonesia sudah jauh berkurang. Bahkan, dulu, ketika mahasiswa, ketika masyarakat tidak boleh membantah suatu perintah dari Negara, mereka berdemo, menuntut sesuatu keadilan, menuntut suatu kebenaran, dengan gigih dan sangat beraninya pemuda Indonesia dahulu dengan semangat yang berkobar-kobar pula. Sekarang? Setelah diberi kebebasan sedemikian rupa, ketika para mahasiswa boleh mengutarakan pendapat sebagai mana mestinya mereka justru malah menyelewengkan itu semua. Mereka malah bentrokan, tawuran, demo dengan kekerasan. Itulah mental bangsa Indonesia saat ini, pemuda Indonesia! Kita seharusnya sebagai generasi muda, harus mampu mewujudkan cita-cita bangsa, kita harus taat serta tertib terhadap peraturan, bukan malah melanggar aturan yang ada. Kita seharusnya lebih memupuk rasa nasionalis kita sejak dini, kita juga perlu berjuang mengharumkan nama bangsa, sederhana saja, dengan menorehkan prestasi maupun karya yang bisa mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Kita seharusnya sebagai bangsa Indonesia, harus berjuang untuk Indonesia yang MERDEKA dan MERDESA!!!

Kamis, 17 Mei 2012

Arti Sebuah Fans


Dearest my beloved blog.
Kali ini gue pengen beraspirasi. Gue pengen beraspirasi tentang… ehm.. sebuah fans fanatic. Tapi disini, gue beraspirasi sebagai orang netral. Gue enggak membela siapa-siapa. Sebenernya apasih arti fans itu sendiri? Fans dalam Kamur Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai berikut. peng·ge·mar n orang yg menggemari (kesenian, permainan, dsb).
Gila gue suka band ini, lagunya enak, performnya keren. Setelah statement itu keluar kemudian ada keinginan untuk mengetahui band itu lebih dalam, mencari tahu kapan mereka manggung dan tanpa sadar mempromosikan kalau band itu keren. Itu sudah termasuk dalam gejala-gejala seseorang telah menjadi fans sebuah band. Fans tidak akan muncul tanpa adanya karya berkualitas dari band. Begitu pula band tidak akan bertahan lama bila tidak mempunyai fans yang berkualitas. Keberadaan fans pun akan berpengaruh pada penjualan fisik. (badutromantis.com)
Disini gue lebih menonjolkan tentang sebuah fans yang ngefans dengan karya Negara lain. Dia ngaku bangsa Indonesia. Dia ngaku cinta Indonesia. Tapi dia ngefans idola mereka di luar negeri. Tidak masalah. Dia ngaku bangsa Indonesia, dia ngaku cinta Indonesia, dia fans luar negeri, dan dia menjelek-jelekkan negerinya sendiri. Ini baru sebuah masalah. Kenapa? Kenapa gue harus bilang begitu. Faktanya sebagian besar pecinta bb/gb luar negeri selalu menjelek-jelekkan bb/gbnya sendiri. Mereka belom tentu sepenuhnya plagiat kok. Lagu-lagu mereka juga asik untuk di dengarkan. Mereka juga punya potensi, cuma mereka muncul setelah grup dari luar booming. Apa mereka layak disalahkan? Enggak. Justru yang menjelek-jelekkan mereka yang patut dipertanyakan. Ngakunya cinta Indonesia, ngakunya seneng sama produk Indonesia, tapi apa? Menjelek-jelekkan industri musik di Indonesia, apa itu yang dibilang cinta Indonesia? Memang ada kalanya mereka salah karena telah memplagiat lagu idola kalian, tapi itu adalah cara mereka agar bisa menarik perhatian semua orang. Cara mereka salah dalam hal itu. Mereka seharusnya membuat lagu mereka sendiri meskipun jelek tapi tetap orisinil karya sendiri. Itu akan lebih dihargai daripada memplagiat milik orang lain.
Tapi, disini gue heran. Coba aja ada artis Indonesia yang lagunya dijiplak orang dari Negara lain? Apakah akan seantusias itu orang Indonesia? Apakah akan seantusias jika lagu idola yang mereka cintai diplagiat orang lain? Seharusnya kita bercermin pada kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Harusnya kita sadar betapa besarnya arti cinta tanah air. Jika warga Indonesia bersikap seperti itu, (melebih-lebihkan Negara lain tapi merendahkan Negara sendiri) itu akan terlalu mudah bagi para penjajah yang ingin menguasai Indonesia lagi. Lebih mudah dari 67 tahun yang lalu, apakah kalian sebagai bangsa Indonesia akan menginginkan jika hal seperti itu terulang kembali? Oke, mungkin disini emang sedikit lebay, tapi semua itu bisa saja terjadi kan? Nothing impossible, right?
Siapa yang menjelek jelekan negeri sendiri? Toh kita, fans yang idolanya berasal dari luar negeri cuma gasuka aja sama mereka. Ga semua di negeri sendiri kita jelek jelekin kan. Kita cuma gasuka bb/gb indo yang menurut kita plagiat. Apakah kalo bb/gb luar ga booming mereka bakal muncul? Pasti engga deh. Banyak juga kok yang masih suka lagu lagu band kayak Geisha, dll. Terus yang solo solo kayak Raisa. Kalo bb/gb nya engga deh. Menjelekan bb/gb indo bukan berarti menjelekan negeri sendiri. Itu salah.
Tapi itu salah satunya. Apa semua kayak gitu? Mereka kan cuma memanfaatkan pasar aja. Contohnya aja misal *** **** itu mereka nggak sepenuhnya jiplak kan? Apapun yang berasal dari Indonesia dan di bash di depan umum, itu namanya menjelekkan bangsa sendiri.
Kalo emang mereka plagiat ya mau gimana lagi? Kita hanya menjelekan ke plagiatan mereka. Toh ga semua yang di industri musik kita bash. Kita cuma menjelekan mereka. Kan kayak yang gue bilang tadi, kalo bb/gb korea ga booming juga mereka pasti gaakan ada deh. Yang booming di indo itu kan band kayak d'masiv, ungu, geisha dll.
Kalo aja artis Indonesia digituin apa reaksinya juga akan seperti itu? Oh ngebash ke-plagiatannya doang? Ke plagiatan karyanya aja? Tapi kok gue rasa ngebashnya sampe diri pribadi mereka sendiri juga di jelekin. Kayak misal abis liat konser tbtb ada yang ngefans gitu, terus kenapa mereka juga di bash? Emang ngefans sama orang salah? Enggak kan, asal nggak berlebihan aja. Terus, pas ada konser idola kalian misalnya aja, terus kenapa kalian enggak mau jika bintang tamunya berasal dari Indonesia sendiri? Apa kalian malu sama negeri sendiri? Kenapa juga kalian ingin ngebash jika bintang tamunya berasal dari negeri sendiri?
Siapa yang bilang ngefans sama orang salah? Kita cuma ga pengen mereka yang liat abis konser terus suka gitu cuma suka karna mereka udah terkenal aja. Apa kalo mereka tau kekurangan si artis atau kepopuleran si artis udah minim apa mereka masih nge fans? Kalo emang fans sejati selalu dukung idol nya kan gimana pun kondisi si idol. Kita sebagai ******* cuma ga terima aja mereka niru niru gaya idola kita. Kalo masalah ngebash sampe diri pribadi mereka sih, engga sampe segitunya. Kenal juga engga sama mereka ngapain jadi ngebash diri mereka sendiri? Cuma gasuka aja mereka plagiat. Kalo diri mereka sendiri sih bodo amat. Kurang kerjaan kalo begitu. Memang banyak juga yang ngebash sampe ke diri sendiri masing masing member bb/gb indo, tapi beberapa ga kayak gitu ya. Mending memperdalam idolanya  daripada kayak begitu, kurang kerjaan.
Tapi yang diliat banyak orang kan mayoritas? Bukan minoritas. Kalo mayoritasnya yang bikin fans itu jadi jelek ya orang bakal mandang sebelah mata, tapi kalo orang ngefans dan mayoritasnya baik juga orang bakal mandang baik terhadap fans itu. Boleh lah ya enggak suka. Enggak suka itu wajar. Tapi kalo ngebash itu jangan. Gitu-gitu juga dari negeri sendiri. Apa mau gitu kalo misal mereka *idola kalian* juga di bash? Enggak kan J. Oh iya, ada satu lagi, bagi yang suka sama bb/gbnya sendiri gue harap juga nggak ngebash yang dari luar. Nggak baik. Semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan kan? Harusnya kalian berterima kasih sama yang dari luar, karena kalo nggak ada yang dari luar booming, kalian juga nggak akan punya idola seperti mereka.
So, kesimpulannya menurut gue, boleh suka sama siapa aja. Boleh engak suka sama siapa aja. Tapi, menurut gue lebih baik jika memang seneng sama mereka yaudah silahkan aja seneng, asal nggak usah ngejelek-jelekin yang lainnya. Boleh ngekritik, ngekritik akan jauuuuuuuuh lebih baik dibandingkan merendahkan. Fans terlalu fanatic itu juga nggak baik loh. So, menurut kalian mana yang lebih baik? J

Kamis, 05 April 2012

Pandji

PANDJI PRAGIWAKSONO WONGSOYUDHO

Kali ini gue akan membahas tentang Nasionalis Indonesia yang terinspirasi dari sesosok diatas. Pandji. Ya, Pandji banyak mengajari gue tentang arti nasionalis terhadap suatu negara itu sendiri. Gue bangga di Indonesia masih ada sosok-sosok seperti Pandji ini dimana saat orang lain justru mengejudge Indonesia sedemikian rupa, Pandji masih berjuang untuk membela Indonesia.

Pernah gue ditanyai sama guru gue waktu itu, dia bilang “Nah gimana dengan sesosok tokoh, dia itu tokoh, dia itu dikenal banyak warga Indonesia, tapi justru dia malah mengeluarkan sebuah buku yang intinya adalah menjelek-jelekkan Indonesia. Apakah itu suatu bentuk dari Nasionalis?”

Menurut gue, Mereka bisa aja cinta Indonesia, tetapi lingkungannya lah yang membuat mereka membenci negaranya sendiri. Gimana enggak? Disekitar mereka korupsi merajalela. Bayangkan saja di Indonesia itu bebas dari korupsi. Mereka tidak akan menjelek-jelekkan Infdonesia seperti itu. Menurut gue sebenernya mereka itu cinta kok terhadap Indonesia, tapi mereka nggak cinta sama pemerintahannya. Andai saja di Indonesia korupsi nggak membudi daya. Indonesia akan Maju bro! Indonesia akan kaya. Gimana enggak? Wong pemerintahan dari besar sampe kecil nya ada indikasi korupsi kok. Pemilihan Perangkat Desa saja menyogok, Gimana gedenya coba? Daripada dibuat nyogok kan mending disumbangin ke yang nggak mampu kan.

Andai saja dari kecil kebiasaan itu sudah dihilangkan dari diri kita, pasti gedenya kita juga nggak bakal kayak gitu kok. Dari kecil aja misalnya ya, kita mau beli jajan, tapi nggak punya uang, eh ada uang gopek di meja. Kita akan mengambilnya dan membelikan jajan kan? Itu aja udah salah satu dari bentuk korupsi bro! Ya gue harap sih, dari kecil kta udah dipupuk sama sifat anti korup. Di sekolah juga, kita juga udah terlalu sering ngelakuin korup. Kok bisa? NYONTEK. Nyontek itu juga merupakan korup bro! Andai ajaIndonesia itu bebas dari segalanya, dari hal-hal yang buruk, gue yakin Indonesia nggak terkenal di dunia dengan “terorisme”nya. Indonesia akan terkenal lewat prestasinya. Di Indonesia SDM nya memang agak jauh dibanding negara-negara maju lainnya. Ya ini disebabkan karena pemerintahannya. Andai aja sekolah gratis itu bener-bener ada. Sekolah gratis memang ada kok, tapi kadang kan juga masih diselipi pungutan-pungutan kayak gitu. Ya kasian aja kan sebenernya orang pinter tapi nggak mampu nggak bisa sekolah. Padahal mereka semangat banget buat sekolah. Padahal juga, yang kaya, yang bisa sekolah itu aja males kadang-kadang kan kalau disuruh sekolah. Jadi, Indonesia SDMnya terbelakang, ekonominya rendah, itu bukan gara-gara orang miskin bro! Itu gara-gara sistemnya. Sistem yang membuat keadaan seperti itu.

Ya emang ini Cuma berandai-andai kan. Andai aja ini terealisasi. Wah! Betapa Luar Biasanya Indonesia. Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alamnya, yang kaya akan minyaknya, yang merupakan Jantung Dunia. Indonesia yang kaya akan budayanya. Beranekaragam kebudayaan, suku bangsa, bahasa. Seharusnya bangga terhadap ini. Malaysia yang mengecap Reog sebagai budaya mereka. Itu karena apa? Karen akita sendiri yang kurang mencintai indonesia. Kita terlalu stuck sama pemerintahan Indonesia. Buat apa dipikirin terlalu banyak? Mending kita berfikir, bagaimana membuat Indonesia itu terkenal di Negara lain dengan “kelebihannya”. Indonesia juga punya banyak potensi di pariwisata. Kenapa itu enggak dimanfaatkan? Orang luarnegeri mengetahui Indonesia itu kadang-kadang Cuma karena “BALI” atau “JAKARTA”nya aja. Dan itu karena apa? Karena wilayah tersebut mempunyai wisata yang indah. Padahal, di pulau-pulau dari sabang sampai merauke, di pulau-pulau kecil, di banyak wilayah di Indonesia mempunyai potensi yang lebih dari Bali kok. Misalnya aja lombok, bagus banget malah wisatanya. Raja ampat juga kan? Tapi kenapa? Kenapa hanya Bali yang diketahui masyarakat luar? Karena kita kurang mengeksplor! Kita kurang mempromosikannya aja. Andai aja semua wisata di Indonesia bisa tereksplor, Devisa negara akan meningkat tajam.

Dari segi prestasi, Indonesia mempunyai segudang prestasi baik dari pertandingan regional sampai Internasional. Panahan Indonesia meraih peringkat 1 sea games. Sepak bola runner up di 2008. Bulutangkis Indonesia, juara 1 All England untuk ganda campurannya, juara 1 Swiss open juga. Dan masih sangat banyak prestasi-prestasi lainnya. Indonesia sebenarnya kaya kan? Kaya akan prestasi, kaya akan SDA, kaya akan wisata. Kita aja justru yang nggak sadar.

Sekian dulu bacotan saya tentang nasionalisme ini. Apabila ada kesalahan dalam penulisan merupakan unsur ketidaksengajaan. Sekian. Terima kasih J

Sabtu, 10 Maret 2012

Semarang

Hai bloooooooooog
Capek banget hari kamis kemarin abis ke semarang
Kayak gini nih pas kita disana..

ini di masjidnya Universitas Diponegoro :)



ini di museum rekor jamu jago...

ini di lawang sewu...

Rabu, 29 Februari 2012

Profil Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono

Pandji mempunyai nama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Namun biasa dipanggil dengan Pandji. Ia lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Pandji adalah seorang presenter televisi, penyiar radio, standup comedian dan juga penulis buku. Pandji bersekolah di Playgroup Internasional di Kemang, TK dan SD di sekolah swasta yaitu TK dan SD Triguna, SMP 29 Jakarta dan salah satu alumnus SMA Kolase Gonzaga angkatan ke-8. Ia tercatat sebagai mahasiswa Prodi Desain Produk di Institut Tekhnologi Bandung angkatan 1997. Kini Ia aktif dalam legalitas ganja nasional.

Di tahun 2001-2003 Pandji adalah penyiar radio / Program Direktur Hard Rock FM Bandung. Selanjutnya ia menjadi penyiar Hard Rock FM Jakarta dari tahun 2004-2007. Ia juga pernah menjadi presenter reality show ”Kena Deh” yang di tayangkan TV7 pada tahun 2006-2007. Acara ini ditayangkan kembali di ANTV sejak 2008 hingga kini dan menjadi puncak kepopulerannya walaupun dengan acara ulangan. Pada tahun 2006 ia juga terlibat sebagai pemain ”Ngelenong Nyok” di transTV. Tidak hanya itu, Pandji juga sebagai presenter pertandingan NBA di JakTV, presenter acara ”backstreet” di SCTV, pada tahun 2006-2007. Menjabat sebagai presenter ”good news” transTV, presenter acara ”hole in the wall” di RCTI pun pernah dilakoninya dalam tahun 2007. Pada tahun 2009 sebagai presenter Bombastis di RCTI dan CasCisCus di ANTV. Pada tahun 2011 Pandji adalah presenter acara “1800” dan StandUp Comedy yang ditayangkan di kompas TV, presenter “Koq Bisa” di JakTV, dan pembawa acara provoactive proactive di MetroTV.

Banyak pemuda jaman sekarang yang justru benci dengan Indonesia, yang ingin pindah ke luar negeri, memperbaiki hidupnya di luar negeri, bersekolah di luar negeri. Hal ini menunjukkan perbedaan yang sangat drastis dengan kepribadian Pandji ini. Bukan, bukan karena pendidikan Indonesia saat ini masih terpuruk, namun ketika mereka bersekolah di luar negeri mereka pasti akan meninggalkan daerah asalnya dalam artian mereka tidak mau kembali lagi. Mereka akan menetap dan berganti kewarganegaraan di sana.

Pandji berpikir bahwa banyak sekali orang di Indonesia yang sebenarnya cinta terhadap Indonesia tetapi lingkungannya membuat mereka menahan diri karena takut dibilang sok, atau malah dibilang naif. ”Nggak mau pulang, nggak suka Indonesia. Katanya di sini infrastruktur kurang, pajak nggak jelas ke mana, jalanan rusak, public transportation buruk… Jepang dan Indonesia sama-sama dalam keadaan tidak baik di tahun (19)45, tapi kini Jepang melesat dan Indonesia masih begini-begini aja. Jepang penduduknya berapa sih? Seluas apa? Terbagi atas berapa pulau? Berapa banyak bahasa? Berapa banyak tradisi? Berapa banyak kultur? Berapa banyak kebutuhan? Di tahun 1945 Jepang memang mulai dari titik yang sama dengan Indonesia akibat bom Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan lumbung beras mereka. Tapi sebelum itu? Jepang adalah penguasa dunia, mereka menguasai negara-negara termasuk Cina dan kita di Indonesia. Pengetahuan mereka dan kita jauh berbeda sebelum tahun 1945. Masalah di negara kita adalah kita yang berbeda pola pikirnya. Kita terlalu banyak terpisahkan. Itu adalah kenyataan. Berkat allah kita dipersatukan dengan bahasa yang sama atau boleh jadi kita tidak mempunyai pemimpin kuat. Saya tidak tahu. Tak ada yang dapat kami lakukan dengan menyalahkan masa lalu. Apa yang ada pada saat ini, jika kita tidak suka apa yang kami lihat hari ini, kami akan merubahnya.” Ini adalah kutipan dari Buku Nasional.Is.Me karya Pandji sendiri. Dan prinsip yang Pandji tanamkan dalam dirinya sampai saat ini yaitu melakukan sesuatu, mengambil tindakan, berkarya, untuk Indonesia, sebagai buah dari optimisme terhadap Indonesia. Ini adalah hal yang sangat luar biasa.

Di bekali dengan prinsip tersebut Pandji banyak tergabung dalam kelompok-kelompok sosial yang ada di Masyarakat. Salah satu diantaranya adalah ia tergabung dalam anggota C3 (COMMUNITY FOR CHILDREN WITH CANCER), yaitu yayasan yang bergerak untuk membantu anak anak penderita kanker yang datang dari keluarga tidak mampu. Bantuan versi pemerintah tentunya adalah Askeskin. Tapi itu tidak akan cukup. Apalagi askeskin tidak sampai memikirkan terapi psiko sosial yang dibutuhkan oleh anak anak kecil. Namun C3 disini membantu mereka secara psikologi maupun dengan uang. Dengan adanya C3, anak-anak yang menderita kanker akan merasa senang dan bersemangat untuk sembuh, hal ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah tersebut.

Pandji juga adalah pendonor tetap. Awalnya, ia dapet kabar lewat SMS dari Tika Panggabean bahwa ada seorang Ibu yang butuh golongan darah O untuk anaknya hari itu juga. SMS itu memberi tahu nomor yang bisa dihubungi, maka Pandji menelfon. Ia dateng ke PMI dan mendonorkan darahnya. Berhubung badannya besar, maka ia diminta untuk memakai kantong baxter. Baxter adalah kantong dengan ukuran lebih besar dari rata rata kantong donor darah. Setelah hari dimana Pandji mendonorkan darahnya untuk Michelle, sejak itu rata rata per 3 bulan Pandji menjadi donor tetap untuk Michelle. Michelle adalah salah satu alasan terkuat Pandji untuk menjaga kesehatannya. Baik secara performa tubuh secara keseluruhan (kolesterol, tekanan darah, kelelahan, dll) ataupun dari sisi penyakit.

Dari sikap-sikap Pandji yang sangat sosialis itu menjadikan pelajaran penting bagi pemuda Indonesia jaman sekarang. Mereka jangan hanya menuntut perubahan, namun juga harus melakukan perubahan. Dari hal yang kecil saja, itu akan sangat berguna bagi Indonesia jika dimaksimalkan. Seperti Pandji yang tak kenal lelah, warga Indonesia harusnya berkepribadian seperti itu, berusaha untuk membangun Indonesia, bukan malah mengotori Indonesia.

Minggu, 12 Februari 2012

Jeany's birthday

Haiiii :)
Tanggal 3 kemaren kan Jeany ultah tuh..
Nah, kita sebagai teman yang baik yang peduli sama dia kan kudu *wajib* ngerjain dia
Nah, jadi kita itu ke rumah dia. Ceritanya waktu itu dia mau lomba. Jam 1an kita ke rumah dia. Eh tapi tbtb hujan deras waktu kita lagi beli pentol. Aku, Ema, Ilma, sama Febby tetep berangkat ke Jeany meskipun ujan-ujan. Tapi si ditanya nggak berani. Takut dimarahin. Inilah foto-foto saat kita menyerbu jeany. Let's check it out!