Minggu, 19 Agustus 2012
Kado Terindah
Jumat, 17 Agustus 2012
Indonesiaku
Kamis, 17 Mei 2012
Arti Sebuah Fans
Kamis, 05 April 2012
Pandji
Kali ini gue akan membahas tentang Nasionalis Indonesia yang terinspirasi dari sesosok diatas. Pandji. Ya, Pandji banyak mengajari gue tentang arti nasionalis terhadap suatu negara itu sendiri. Gue bangga di Indonesia masih ada sosok-sosok seperti Pandji ini dimana saat orang lain justru mengejudge Indonesia sedemikian rupa, Pandji masih berjuang untuk membela Indonesia.
Pernah gue ditanyai sama guru gue waktu itu, dia bilang “Nah gimana dengan sesosok tokoh, dia itu tokoh, dia itu dikenal banyak warga Indonesia, tapi justru dia malah mengeluarkan sebuah buku yang intinya adalah menjelek-jelekkan Indonesia. Apakah itu suatu bentuk dari Nasionalis?”
Menurut gue, Mereka bisa aja cinta Indonesia, tetapi lingkungannya lah yang membuat mereka membenci negaranya sendiri. Gimana enggak? Disekitar mereka korupsi merajalela. Bayangkan saja di Indonesia itu bebas dari korupsi. Mereka tidak akan menjelek-jelekkan Infdonesia seperti itu. Menurut gue sebenernya mereka itu cinta kok terhadap Indonesia, tapi mereka nggak cinta sama pemerintahannya. Andai saja di Indonesia korupsi nggak membudi daya. Indonesia akan Maju bro! Indonesia akan kaya. Gimana enggak? Wong pemerintahan dari besar sampe kecil nya ada indikasi korupsi kok. Pemilihan Perangkat Desa saja menyogok, Gimana gedenya coba? Daripada dibuat nyogok kan mending disumbangin ke yang nggak mampu kan.
Andai saja dari kecil kebiasaan itu sudah dihilangkan dari diri kita, pasti gedenya kita juga nggak bakal kayak gitu kok. Dari kecil aja misalnya ya, kita mau beli jajan, tapi nggak punya uang, eh ada uang gopek di meja. Kita akan mengambilnya dan membelikan jajan kan? Itu aja udah salah satu dari bentuk korupsi bro! Ya gue harap sih, dari kecil kta udah dipupuk sama sifat anti korup. Di sekolah juga, kita juga udah terlalu sering ngelakuin korup. Kok bisa? NYONTEK. Nyontek itu juga merupakan korup bro! Andai ajaIndonesia itu bebas dari segalanya, dari hal-hal yang buruk, gue yakin Indonesia nggak terkenal di dunia dengan “terorisme”nya. Indonesia akan terkenal lewat prestasinya. Di Indonesia SDM nya memang agak jauh dibanding negara-negara maju lainnya. Ya ini disebabkan karena pemerintahannya. Andai aja sekolah gratis itu bener-bener ada. Sekolah gratis memang ada kok, tapi kadang kan juga masih diselipi pungutan-pungutan kayak gitu. Ya kasian aja kan sebenernya orang pinter tapi nggak mampu nggak bisa sekolah. Padahal mereka semangat banget buat sekolah. Padahal juga, yang kaya, yang bisa sekolah itu aja males kadang-kadang kan kalau disuruh sekolah. Jadi, Indonesia SDMnya terbelakang, ekonominya rendah, itu bukan gara-gara orang miskin bro! Itu gara-gara sistemnya. Sistem yang membuat keadaan seperti itu.
Ya emang ini Cuma berandai-andai kan. Andai aja ini terealisasi. Wah! Betapa Luar Biasanya Indonesia. Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alamnya, yang kaya akan minyaknya, yang merupakan Jantung Dunia. Indonesia yang kaya akan budayanya. Beranekaragam kebudayaan, suku bangsa, bahasa. Seharusnya bangga terhadap ini. Malaysia yang mengecap Reog sebagai budaya mereka. Itu karena apa? Karen akita sendiri yang kurang mencintai indonesia. Kita terlalu stuck sama pemerintahan Indonesia. Buat apa dipikirin terlalu banyak? Mending kita berfikir, bagaimana membuat Indonesia itu terkenal di Negara lain dengan “kelebihannya”. Indonesia juga punya banyak potensi di pariwisata. Kenapa itu enggak dimanfaatkan? Orang luarnegeri mengetahui Indonesia itu kadang-kadang Cuma karena “BALI” atau “JAKARTA”nya aja. Dan itu karena apa? Karena wilayah tersebut mempunyai wisata yang indah. Padahal, di pulau-pulau dari sabang sampai merauke, di pulau-pulau kecil, di banyak wilayah di Indonesia mempunyai potensi yang lebih dari Bali kok. Misalnya aja lombok, bagus banget malah wisatanya. Raja ampat juga kan? Tapi kenapa? Kenapa hanya Bali yang diketahui masyarakat luar? Karena kita kurang mengeksplor! Kita kurang mempromosikannya aja. Andai aja semua wisata di Indonesia bisa tereksplor, Devisa negara akan meningkat tajam.
Dari segi prestasi, Indonesia mempunyai segudang prestasi baik dari pertandingan regional sampai Internasional. Panahan Indonesia meraih peringkat 1 sea games. Sepak bola runner up di 2008. Bulutangkis Indonesia, juara 1 All England untuk ganda campurannya, juara 1 Swiss open juga. Dan masih sangat banyak prestasi-prestasi lainnya. Indonesia sebenarnya kaya kan? Kaya akan prestasi, kaya akan SDA, kaya akan wisata. Kita aja justru yang nggak sadar.
Sekian dulu bacotan saya tentang nasionalisme ini. Apabila ada kesalahan dalam penulisan merupakan unsur ketidaksengajaan. Sekian. Terima kasih J
Sabtu, 10 Maret 2012
Semarang
Rabu, 29 Februari 2012
Profil Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono
Pandji mempunyai nama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Namun biasa dipanggil dengan Pandji. Ia lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Pandji adalah seorang presenter televisi, penyiar radio, standup comedian dan juga penulis buku. Pandji bersekolah di Playgroup Internasional di Kemang, TK dan SD di sekolah swasta yaitu TK dan SD Triguna, SMP 29 Jakarta dan salah satu alumnus SMA Kolase Gonzaga angkatan ke-8. Ia tercatat sebagai mahasiswa Prodi Desain Produk di Institut Tekhnologi Bandung angkatan 1997. Kini Ia aktif dalam legalitas ganja nasional.
Di tahun 2001-2003 Pandji adalah penyiar radio / Program Direktur Hard Rock FM Bandung. Selanjutnya ia menjadi penyiar Hard Rock FM Jakarta dari tahun 2004-2007. Ia juga pernah menjadi presenter reality show ”Kena Deh” yang di tayangkan TV7 pada tahun 2006-2007. Acara ini ditayangkan kembali di ANTV sejak 2008 hingga kini dan menjadi puncak kepopulerannya walaupun dengan acara ulangan. Pada tahun 2006 ia juga terlibat sebagai pemain ”Ngelenong Nyok” di transTV. Tidak hanya itu, Pandji juga sebagai presenter pertandingan NBA di JakTV, presenter acara ”backstreet” di SCTV, pada tahun 2006-2007. Menjabat sebagai presenter ”good news” transTV, presenter acara ”hole in the wall” di RCTI pun pernah dilakoninya dalam tahun 2007. Pada tahun 2009 sebagai presenter Bombastis di RCTI dan CasCisCus di ANTV. Pada tahun 2011 Pandji adalah presenter acara “1800” dan StandUp Comedy yang ditayangkan di kompas TV, presenter “Koq Bisa” di JakTV, dan pembawa acara provoactive proactive di MetroTV.
Banyak pemuda jaman sekarang yang justru benci dengan Indonesia, yang ingin pindah ke luar negeri, memperbaiki hidupnya di luar negeri, bersekolah di luar negeri. Hal ini menunjukkan perbedaan yang sangat drastis dengan kepribadian Pandji ini. Bukan, bukan karena pendidikan Indonesia saat ini masih terpuruk, namun ketika mereka bersekolah di luar negeri mereka pasti akan meninggalkan daerah asalnya dalam artian mereka tidak mau kembali lagi. Mereka akan menetap dan berganti kewarganegaraan di sana.
Pandji berpikir bahwa banyak sekali orang di Indonesia yang sebenarnya cinta terhadap Indonesia tetapi lingkungannya membuat mereka menahan diri karena takut dibilang sok, atau malah dibilang naif. ”Nggak mau pulang, nggak suka Indonesia. Katanya di sini infrastruktur kurang, pajak nggak jelas ke mana, jalanan rusak, public transportation buruk… Jepang dan Indonesia sama-sama dalam keadaan tidak baik di tahun (19)45, tapi kini Jepang melesat dan Indonesia masih begini-begini aja. Jepang penduduknya berapa sih? Seluas apa? Terbagi atas berapa pulau? Berapa banyak bahasa? Berapa banyak tradisi? Berapa banyak kultur? Berapa banyak kebutuhan? Di tahun 1945 Jepang memang mulai dari titik yang sama dengan Indonesia akibat bom Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan lumbung beras mereka. Tapi sebelum itu? Jepang adalah penguasa dunia, mereka menguasai negara-negara termasuk Cina dan kita di Indonesia. Pengetahuan mereka dan kita jauh berbeda sebelum tahun 1945. Masalah di negara kita adalah kita yang berbeda pola pikirnya. Kita terlalu banyak terpisahkan. Itu adalah kenyataan. Berkat allah kita dipersatukan dengan bahasa yang sama atau boleh jadi kita tidak mempunyai pemimpin kuat. Saya tidak tahu. Tak ada yang dapat kami lakukan dengan menyalahkan masa lalu. Apa yang ada pada saat ini, jika kita tidak suka apa yang kami lihat hari ini, kami akan merubahnya.” Ini adalah kutipan dari Buku Nasional.Is.Me karya Pandji sendiri. Dan prinsip yang Pandji tanamkan dalam dirinya sampai saat ini yaitu melakukan sesuatu, mengambil tindakan, berkarya, untuk Indonesia, sebagai buah dari optimisme terhadap Indonesia. Ini adalah hal yang sangat luar biasa.
Di bekali dengan prinsip tersebut Pandji banyak tergabung dalam kelompok-kelompok sosial yang ada di Masyarakat. Salah satu diantaranya adalah ia tergabung dalam anggota C3 (COMMUNITY FOR CHILDREN WITH CANCER), yaitu yayasan yang bergerak untuk membantu anak anak penderita kanker yang datang dari keluarga tidak mampu. Bantuan versi pemerintah tentunya adalah Askeskin. Tapi itu tidak akan cukup. Apalagi askeskin tidak sampai memikirkan terapi psiko sosial yang dibutuhkan oleh anak anak kecil. Namun C3 disini membantu mereka secara psikologi maupun dengan uang. Dengan adanya C3, anak-anak yang menderita kanker akan merasa senang dan bersemangat untuk sembuh, hal ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah tersebut.
Pandji juga adalah pendonor tetap. Awalnya, ia dapet kabar lewat SMS dari Tika Panggabean bahwa ada seorang Ibu yang butuh golongan darah O untuk anaknya hari itu juga. SMS itu memberi tahu nomor yang bisa dihubungi, maka Pandji menelfon. Ia dateng ke PMI dan mendonorkan darahnya. Berhubung badannya besar, maka ia diminta untuk memakai kantong baxter. Baxter adalah kantong dengan ukuran lebih besar dari rata rata kantong donor darah. Setelah hari dimana Pandji mendonorkan darahnya untuk Michelle, sejak itu rata rata per 3 bulan Pandji menjadi donor tetap untuk Michelle. Michelle adalah salah satu alasan terkuat Pandji untuk menjaga kesehatannya. Baik secara performa tubuh secara keseluruhan (kolesterol, tekanan darah, kelelahan, dll) ataupun dari sisi penyakit.
Dari sikap-sikap Pandji yang sangat sosialis itu menjadikan pelajaran penting bagi pemuda Indonesia jaman sekarang. Mereka jangan hanya menuntut perubahan, namun juga harus melakukan perubahan. Dari hal yang kecil saja, itu akan sangat berguna bagi Indonesia jika dimaksimalkan. Seperti Pandji yang tak kenal lelah, warga Indonesia harusnya berkepribadian seperti itu, berusaha untuk membangun Indonesia, bukan malah mengotori Indonesia.
Minggu, 12 Februari 2012
Jeany's birthday
Haiiii :)
Tanggal 3 kemaren kan Jeany ultah tuh..
Nah, kita sebagai teman yang baik yang peduli sama dia kan kudu *wajib* ngerjain dia
Nah, jadi kita itu ke rumah dia. Ceritanya waktu itu dia mau lomba. Jam 1an kita ke rumah dia. Eh tapi tbtb hujan deras waktu kita lagi beli pentol. Aku, Ema, Ilma, sama Febby tetep berangkat ke Jeany meskipun ujan-ujan. Tapi si ditanya nggak berani. Takut dimarahin. Inilah foto-foto saat kita menyerbu jeany. Let's check it out!



















