Sabtu (5/4),
hari kedua PJTL FTIf dilaksanakan di TC 104. Di hari kedua ini peserta banyak
diberikan materi lebih mendalam mengenai apa yang sudah pernah dipelajari di
PJTD yang lalu. Materi ini bersifat pengembangan dan di sertai dengan simulasi
di akhir materi. Materi yang telah dijelaskan diatas ada 5, diantaranya review
materi PJTD, Investigasi Reportase, Media dan Manajemen, Layouting, serta
Videografi.
Materi yang
pertama adalah mengenai review materi PJTD. Secara garis besar, di dalam TD
telah mengulas beberapa materi diantaranya Jurnalistik dasar, Keterampilan
Menulis, Pengelolaan Informasi, serta Fotografi Jurnalistik. Dalam jurnalistik
dasar banyak dijelaskan mengenai kode etik jurnalistik yang seharusnya
dilakukan, motivasi penulisan, Peran dan Fungsi Pers secara Global serta Peran
dan Fungsi Pers Mahasiswa.
Selesai dari
materi pertama, peserta PJTL FTIf membuat nama angkatan untuk PJTL Perdana ini.
Karena PJTL ini bertemakan cinema, maka munculah nama yaitu Premiere. Setelah
itu berdiskusi mengenai jargon yang pas. Karena kami yang pertama, maka
jargonnya pun menjadi “Pertama dan Utama”.
Materi yang
kedua adalah investigasi reportase dan opini, dalam materi ini banyak
dijelaskan mengenai teknik melakukan investigasi yang baik. Apa sih sebenarnya
investigasi itu? Lalu apa bedanya dengan In Depth News? Berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan investigasi? Serta masih banyak penjelasan lagi
mengenai teknik menulis opini. Singkat saja, saya akan menggulas beberapa yang
sudah dipelajari. Jadi dalam investigasi, tidak ada deadline yang mengharuskan
berita tersebut segera muncul, karena sesungguhnya investigasi adalah
pengungkap kebenaran. Jika memang dirasa berita sudah benar dan lengkap maka
berita tersebut boleh segera dimunculkan. Untuk melakukan investigasi
membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mengapa? Wartawan harus mencari dan
menyelidiki kasus ini serta mencari narasumber yang benar-benar pas dan mau
mengungkapkan segala kebenaran yang ada tanpa di tutup-tutupi. Sedangkan
bedanya dengan in depth news, dia mengulas berita lebih mendalam dan kritis,
tapi tidak ada hubungannya dengan publik. Investigasi sangat berhubungan dengan
nasib publik namun bukan perseorangan yang mempengaruhinya, bias jadi
perseorangan tapi bekerja sama dengan dinas-dinas atau perusahaan terkait.
Beralih ke opini, opini adalah sarana kita untuk mengungkapkan pendapat
seluas-luasnya dengan fakta yang ada.
Materi yang
ketiga adalah media dan marketing. Disini banyak dijelaskan tentang perbedaan
majalah satu dengan yang lainnya. Tiap majalah mempunyai pakem tersendiri.
Semakin terkenal media tersebut, semakin mahal pula iklan yang ingin
dipasangkan. Iklan dalam Koran biasa dihitung per baris dan per kolom. Sama
dengan di majalah, tambahannya biasanya di majalah juga sudah terdapat hitungan
untuk menghitung iklan di sebelah kanan berapa dan di sebelah kiri berapa.
Tentunya iklan di halaman sebelah kanan akan lebih mahal.
Materi yang
keempat adalah Layouting. Disini peserta PJTL FTIf diajarkan mengenai tipografi
dan dasar-dasar layouting di adobe In Design. Materi ini tentunya sangat
menarik. Kami banyak diajarkan mengenai kontras, kesesuaian dengan background,
dan masih banyak lagi lainnya.
Materi yang
terakhir adalah materi videografi. Dalam materi ini peserta banyak diajak untuk
menonton video dan diberikan pengetahuan mengenai teknik dalam mengambil
gambar. Videografi merupakan salah satu media terbaru dalam pembuatan berita.
Videografi ini sebenarnya sangat efektif dilakukan untuk membuat suatu berita
karena otomatis pembaca akan bias cepat menangkap apa yang dimaksud dengan
melihat video daripada membaca dan membayangkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar